Banner 120X90

 

Budaya Jawa Jaman Dahulu

Di Jawa Timur bentuk area umumnya agak kaku dan seeara sengaja disesuaikan dengan maksud yang sesungguhnya, yaitu menggambarkan seorang raja atau pembesar negara yang telah wafat. Sifat kedewaannya hanya dinyatakan dengan berbagai laksana dan dengan prabha (lingkaran cahaya yang bersinar dan kepala atau tubuh).

Relief di dinding seputar Candi Borobudur adalah visualisasi dari karya sastra yang merekam dinamika masyarakat masa lampau

Kecuali area-area dewa kerap kali dijumpai area-area wahana (kendaraan) seorang dewa, seperti nandi, garuda dan sebagainya. Ganjilnya mereka dilukiskan dalam bentuk manusia dan hanya kepalanya saja berbentuk binatang. Biasanya vvahana yang demikian dikendarai oleh dewanya, dan diperkirakan bahwa area wahana itu sesungguhnya adalah perwujudan-perwujudan dan seorang patih.

Hasil karya seni lainnya yang berasal dan zaman Indone-sia purba ialah seni ukir, terutama yang berupa hiasan-hiasan pengisi bidang pada dinding candi. Pola hiasan biasanya adalah mahluk-mahluk ajaib dan tumbuh-tumbuhan sesuai dengan suasana Gunung Mahameru. Di antara mahluk-mahluk ajaib yang selalu terpaneang pada ambang atas pintu atau relung adalah kepala kala, yang seningkali disebut sebagai banaspati (=raja hutan). Pada candi-candi di Jawa Tengah, banaspati ini dirangkaikan dengan makara, serta menghiasi bagian bawah, kanan dan kiri pintu atau relung. Adapun makara adalah semacam ikan yang mulutnya ternganga, sedangkan bibir atasnya melingkar ke atas seperti belalai gajah yang diangkat.


Wayang Kulit, Jawa Tengah. Kisah wayang, yang dianggap bermuatan filosofi hidup yang adihulung, telah digemari masyarakat sejak masa pemerintahan Airlangga. Pada perkembangan selanjutnya, Islam juga menggunakan seni wayang sebagai media dakwah

Di samping daun-daunan atau sulur-sulur banyak pula dipakai bunga teratai sebagai pola, baik yang kuncup maupun yang sudah berkembang penuh. Bunga teratai ini sering dirangkai dalam bujur sangkar atau belah ketupat dan menutupi suatu bidang dinding bagaikan permadani. Pada banyak candi di Jawa Tengah, terdapat hiasan pohon yang melambangkan Kalpataru atau parijata. yaitu pohon yang dapat memberikan segala apa yang diinginkan atau diminta oleh manusia.

Hiasan yang lain lagi yang bukan hiasan semata atau pengisi bidang belaka adalah relief-relief yang menggambarkan suatu cerita. Cerita ini diambil dari kitab-kitab kesusasteraan seperti Ramayana atau kitab-kitab keagamaan seperti Karmawibhangga, Kunjarakarna dan sebagainya. Relief semacam itu dapat dijumpai antara lain pada Candi Borobudur, kelompok Candi Loro Jonggrang, Cancli Jago, Candi Panataran dan Candi Surowono.

Patung raksasa penjaga didepan Candi merupakan salah satu bentuk mahluk mitologis dalam agama Hindu

Masyarakat manusia pada zaman purba, berkembang terus dan berhasil menciptakan berbagai benda-benda bernilai tinggi antara lain arca-arca dan logam. Sebagian terbuat dari perunggu. ada juga yang terbuat dari perak bahkan emas. Oleh karena arca tersebut dipergunakan sebagai sarana pemujaan di dalam rumah. maka bentuknyapun berukunan kecil. Oleh karena ukurannya yang kecil itulah sukar ditentukan pada tahun berapa dibuat, disampinq arca-arca itu seringkali berpinclah-pindah tempat rnengikuti para pemiliknya. Hanya corak dan bentuknya saja yang bisa digunakan unfuk mengetahui asal tahun pembuatannya.Perkembangan kebudayaan orang Indonesia di masa lampau ternyata tidak terbatas pada bidang-bidang seni atau sastra saja. Akan tetapi telah me1uas kepada aspek

kehidupan lainnya seperti kehidupan sehari-hari. keagamaan. pertanian dan peternakan. arsitektur dan jenis perumahan. alat-alat per-tahanan hidup dan senjata. alat-alat angkut dan transportasi: bahkan sampai pada jenis-jenis pakaian dan perhiasan. serta cara-cara menata rambut.

Kesusastraan masa lampau banyak ditulis pada daun lontar. Kendalanya, bila tidak dipelihara dengan semestinya lontar akan hancur dan catatan akan musnah
Kesenian Topeng Cirebon dari Desa Slangit. Disebut juga Topeng Babakan karena satu repertoar biasanya menyajikan lima atau enam babak tarian yang diangkat dari kisah Panji yang mulai dikenal masyarakat sejak masa Majapahit
Wayang Beber, Jawa Timur. Adegan-adegan dari epos Mahabarata maupun kisah-kisah carangan dilukis pada bentangan kain. Kisahnya dijelaskan oleh seseorang


Kenyataan tersebut di atas. menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sejak zaman dahulu telah memiliki kebudayaan yang tinggi. sesuai dengan tatanan rnasyarakat pada saat itu.

     

 


FastCounter by bCentral