|
|
|
Budaya Jawa Jaman Dahulu
Di Jawa Timur bentuk area umumnya agak kaku dan seeara sengaja
disesuaikan dengan maksud yang sesungguhnya, yaitu menggambarkan
seorang raja atau pembesar negara yang telah wafat. Sifat
kedewaannya hanya dinyatakan dengan berbagai laksana dan
dengan prabha (lingkaran cahaya yang bersinar dan kepala
atau tubuh).
 |
| Relief di dinding seputar Candi
Borobudur adalah visualisasi dari karya sastra yang
merekam dinamika masyarakat masa lampau |
Kecuali area-area dewa kerap kali dijumpai
area-area wahana (kendaraan) seorang dewa, seperti nandi,
garuda dan sebagainya. Ganjilnya mereka dilukiskan dalam
bentuk manusia dan hanya kepalanya saja berbentuk binatang.
Biasanya vvahana yang demikian dikendarai oleh dewanya,
dan diperkirakan bahwa area wahana itu sesungguhnya adalah
perwujudan-perwujudan dan seorang patih.
Hasil karya seni lainnya yang berasal dan zaman Indone-sia
purba ialah seni ukir, terutama yang berupa hiasan-hiasan
pengisi bidang pada dinding candi. Pola hiasan biasanya
adalah mahluk-mahluk ajaib dan tumbuh-tumbuhan sesuai dengan
suasana Gunung Mahameru. Di antara mahluk-mahluk ajaib yang
selalu terpaneang pada ambang atas pintu atau relung adalah
kepala kala, yang seningkali disebut sebagai banaspati (=raja
hutan). Pada candi-candi di Jawa Tengah, banaspati ini dirangkaikan
dengan makara, serta menghiasi bagian bawah, kanan dan kiri
pintu atau relung. Adapun makara adalah semacam ikan yang
mulutnya ternganga, sedangkan bibir atasnya melingkar ke
atas seperti belalai gajah yang diangkat.
 |
| Wayang
Kulit, Jawa Tengah. Kisah wayang, yang dianggap bermuatan
filosofi hidup yang adihulung, telah digemari masyarakat
sejak masa pemerintahan Airlangga. Pada perkembangan
selanjutnya, Islam juga menggunakan seni wayang sebagai
media dakwah |
Di samping daun-daunan atau sulur-sulur
banyak pula dipakai bunga teratai sebagai pola, baik yang
kuncup maupun yang sudah berkembang penuh. Bunga teratai
ini sering dirangkai dalam bujur sangkar atau belah ketupat
dan menutupi suatu bidang dinding bagaikan permadani. Pada
banyak candi di Jawa Tengah, terdapat hiasan pohon yang
melambangkan Kalpataru atau parijata. yaitu pohon yang dapat
memberikan segala apa yang diinginkan atau diminta oleh
manusia.
Hiasan yang lain lagi yang bukan hiasan semata atau pengisi
bidang belaka adalah relief-relief yang menggambarkan suatu
cerita. Cerita ini diambil dari kitab-kitab kesusasteraan
seperti Ramayana atau kitab-kitab keagamaan seperti Karmawibhangga,
Kunjarakarna dan sebagainya. Relief semacam itu dapat dijumpai
antara lain pada Candi Borobudur, kelompok Candi Loro Jonggrang,
Cancli Jago, Candi Panataran dan Candi Surowono.
 |
| Patung
raksasa penjaga didepan Candi merupakan salah satu bentuk
mahluk mitologis dalam agama Hindu |
Masyarakat manusia pada zaman purba, berkembang
terus dan berhasil menciptakan berbagai benda-benda bernilai
tinggi antara lain arca-arca dan logam. Sebagian terbuat
dari perunggu. ada juga yang terbuat dari perak bahkan emas.
Oleh karena arca tersebut dipergunakan sebagai sarana pemujaan
di dalam rumah. maka bentuknyapun berukunan kecil. Oleh
karena ukurannya yang kecil itulah sukar ditentukan pada
tahun berapa dibuat, disampinq arca-arca itu seringkali
berpinclah-pindah tempat rnengikuti para pemiliknya. Hanya
corak dan bentuknya saja yang bisa digunakan unfuk mengetahui
asal tahun pembuatannya.Perkembangan kebudayaan orang Indonesia
di masa lampau ternyata tidak terbatas pada bidang-bidang
seni atau sastra saja. Akan tetapi telah me1uas kepada aspek
kehidupan lainnya seperti kehidupan sehari-hari. keagamaan.
pertanian dan peternakan. arsitektur dan jenis perumahan.
alat-alat per-tahanan hidup dan senjata. alat-alat angkut
dan transportasi: bahkan sampai pada jenis-jenis pakaian
dan perhiasan. serta cara-cara menata rambut.
 |
| Kesusastraan
masa lampau banyak ditulis pada daun lontar. Kendalanya,
bila tidak dipelihara dengan semestinya lontar akan
hancur dan catatan akan musnah |
 |
| Kesenian Topeng
Cirebon dari Desa Slangit. Disebut juga Topeng Babakan
karena satu repertoar biasanya menyajikan lima atau
enam babak tarian yang diangkat dari kisah Panji yang
mulai dikenal masyarakat sejak masa Majapahit |
 |
| Wayang Beber, Jawa
Timur. Adegan-adegan dari epos Mahabarata maupun kisah-kisah
carangan dilukis pada bentangan kain. Kisahnya dijelaskan
oleh seseorang |
Kenyataan tersebut di atas. menunjukkan bahwa bangsa Indonesia
sejak zaman dahulu telah memiliki kebudayaan yang tinggi.
sesuai dengan tatanan rnasyarakat pada saat itu.
|