|
 |
|
Al Ghozi Tewas di
Filipina
 |
Presiden Filipina Gloria
Arroyo memberikan ucapan selamat kepada petugas keamanan
negeri itu yang menewaskan salah seorang tersangka yang
paling dicari, Fathur Rohman Al-Ghozi.
Arroyo mengatakan tewasnya Al Ghozi merupakan pertanda bawha
teroris tidak akan bertindak terlalu jauh di Filipina. Al
Ghozi yang disebut-sebut sebagai anggota Jamaah Islamiyah
(JI) dan salah satu orang yang paling dicari-cari di Asia
lari dari penjara yang berpenjagaan ketat di Manila bulan
Juli lalu.
Militer Filipina mengatakan dia meninggal dalam tembak menembak
di pulau Mindanao meskipun pejabat setempat dan penduduk
tidak mendukung keterangan yang dijelaskan pihak militer
ini.
"Kejadian ini akan menghilangkan kecemasan di kalangan
penduduk kita," kata Presiden Arroyo dalam pernyataan
tertulisnya.
"Saya ingin memberikan penghargaan kepada semua anggota
militer dan polisi yang terlibat dalam operasi." Kepala
polisi Filipina Hermogenes Ebdane mengukuhkan laporan radio
bahwa Al-Ghozi terbunuh setelah dia dan seorang pria lain
melepaskan tembakan ke arah polisi ketika mobil mereka diberhentikan
di kota Pigcawayan di propinsi Cotabato Utara. Ebdane mengatakan
sidik jari mengukuhkan kalau mayat yang ditemukan adalah
Al Ghozi. Ebdane terbang langsung dari Manila untuk melihat
mayatnya.
Laporan berbeda
Namun Gubernur propinsi tersebut mengatakan kepada radio
bahwa dia tidak bisa mengukuhkan kejadian karena para petugasnya
tidak melihat adanya tembak menembak, meskipun penduduk
setempat mendengar adanya dua tembakan.
"Kami diberi tahu oleh penduduk setempat mengenai kejadian
di Pigcawayan, namun ketika kami tiba di sana, kami tidak
melihat adanya indikasi tarjadinya tembak menembak.
Al Ghozi yang mengakui sebagai anggota Jamaah Islamiyah
dituduh sebagai dalang dalam serangkaian aksi pemboman di
Manila bulan Desember tahun 2000 yang menewaskan lebih dari
20 orang.
Dia lari dari ruang tahanan di markas besar polisi di Manila
dengan dua anggota Abu Sayyaf.
Pemerintah Filipina memperkirakan pelarian itu dilakukan
atas bantuan orang dalam dan kemudian menawarkan hadiah
150 ribu dollar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi
bagi penangkapan tiga orang tersebut.
Berita tewasnya Al Ghozi ini muncul menjelang kedatangan
Presiden Amerika Serikat George Bush ke Manila. M (bbconline/IM)
|