|

-
Menteri Pendidikan AS disambut
komunitas Asia
-
LACASA 2003
-
John Wuo Gugah Sadar Cancer |
|
Apresiasi Norman Hsu
Dilaporkan oleh Dr.Irawan.
Hacienda Heights, July 5, 2003 /Indonesia Media,
Bertempat
di Steinmetz Park telah diadakan acara apresiasi Norman Hsu,
dalam rangka ucapan terimakasih kepada para volunteer dan
simpatisan yang membantu beliau dalam pemilihan walikota
Hacienda Heights. Walaupun tidak ada walikota yang terpilih,
namun Norman Hsu Kepala School Board La Puente beserta
aliansinya tidak menjadi murung. Penggalangan kerjasama antar
simpatisan dan aliansinya tetap dipelihara dengan baik,
terbukti para pendukungnya yang berdatangan dari berbagai
lapisan masyarakat dan media masa dari koran , radio, sampai
TV tetap berdatangan meliputnya.

Pada kesempatan itu hadir pula pendukung utama Norman,
yaitu Congresswoman Grace F. Napolitano dari district ke-38
ditengah masyarakat dalam makan siang bersama. Congresswoman
Napolitano memang sudah mempunyai predikat dekat dengan
masyarakat Asia dan Latino disini, sementara itu Norman Hsu
juga sudah lama menggalang kerja sama dibidang public school
dengan beliau yang sekarang berkantor di Washington D.C.itu.
Dengan tarikan suara bocah, Marissa Sasmita yang
mengumandangkan The Star Spangled Banner anthem dari Amerika
Serikat, acara semi formal ini dibuka. Tidak disangka sekali
Pak Norman Hsu menyambungnya dengan menyanyikan lagu
"Indonesia Raya" secara fasih. Semangat nasionalis Indonesia-nya
tidak hanya sampai disitu, menyusul Norman memimpin para
hadirin yang mayoritas dari Indonesia itu bersama menyanyikan
lagu " Burung Kakatua" dan disambung dengan "Potong bebek
angsa"

Sebagaimana biasanya ketua umum ICAA, Dr. Frits Hong salah
satu pendukung Norman dalam konperensi persnya menyatakan
bahwa:" Belum berhasilnya kami menempatkan calon kita sebagai
walikota di AS jangan membuat kita kecil hati dan patah
semangat, tapi justru kita harus memaklumi kekurangan kami
yang masih banyak harus di bina. Mudah mudahan dalam waktu
yang mendatang kami bisa memperkuat barisan kita agar
calon-calon dari pihak kita yang berpotensi bisa dimajukan
kembali. Kami juga harus banyak belajar berkoalisi dengan
golongan yang lainnya, sebab sebagai minoritas kami sulit
masuk kedalam system tanpa kerja sama dengan main stream",
demikian tandasnya. (DI/IM) | |
|