- Wiranto Akan Dipanggil Paksa

- Sejarah Keturunan Tionghoa Di Asia Tenggara Yang Tak Dikenal Khalayak Ramai 1

- Sejarah Keturunan Tionghoa Di Asia Tenggara Yang Tak Dikenal Khalayak Ramai 2

- Tribunal di Timor Leste

- Warga Tionghoa di Medan Resah Oleh Pungli Parpol

Bom Marriott:

- Pelaku diduga Brigade Bom Bunuh Diri JI

- Pemerintah Tetapkan Tiga Langkah Pengamanan Khusus


JI Klaim Bertanggung Jawab

SINGAPURA - Kelompok Jemaah Islamiyah (JI) mengklaim bertanggung jawab atas pemboman hotel JW Marriott di Jakarta, Selasa (5/8) siang.

JI menyebutnya sebuah peringatan berdarah kepada Presiden Megawati Soekarnoputri untuk tidak memerangi para militan.

"Ini pesan untuk dia dan seluruh musuh-musuh kami bahwa, apabila mereka mengeksekusi saudara-saudara Muslim kami, maka kami akan terus melancarkan kampanye teror di Indonesia dan kawasan ini," tukas seorang operator JI kepada Straits Times, sebuah media cetak yang terbit di Singapura, dalam situsnya, Rabu (6/8).

Tidak jelas kapan dan siapa yang berbicara tentang klaim JI bertanggung jawab itu. JI yang diduga terlibat dalam peledakan bom Bali dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sementara itu, Kapolri Jend Pol Da'i Bachtiar menyatakan belum memperoleh informasi apakah benar kelompok JI yang bertanggung jawab dalam aksi peledakan bom di JW Marriott. Meskipun demikian dugaan sementara dari hasil penyelidikan di hotel tersebut memang mirip dengan ledakan bom di Bali.

"Saya belum mendengar kabar itu tapi informasi ini sangat baik dan akan kami selidiki lebih lanjut,'' kata Kapolri menjawab pertanyaan Pembaruan seusai rapat koordinasi khusus bidang polkam.

Identifikasi

Polisi telah mengidentifikasi mobil tersangka pelaku pengeboman Hotel JW Marriott, dan telah membuat sketsa wajah dua tersangka tersebut. Penyelidikan kasus pengeboman ini dibahas pada Rapat Koordinasi Polkam hari ini, demikian Kepala Bagian Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Erwin Mappaseng, di Jakarta, Rabu (6/8).

Sketsa pertama adalah wajah pembeli mobil yang digunakan untuk mengebom. "Sketsa kedua berasal kepala yang ditemukan di dekat mobil yang membawa bom itu. Sketsa terakhir diduga merupakan wajah pelaku langsung aksi pengeboman,'' kata Erwin di Kantor Menko Polkam.

Mobil warna biru metalik yang digunakan untuk mengebom itu dibeli sekitar dua minggu lalu oleh seseorang yang tidak memberikan alamat jelas. ''Bom yang digunakan merupakan campuran dari bom jenis low explosive dengan bahan baku black powder dan high explosive yang menggunakan TNT,'' katanya lagi.

Menurut Erwin, pemilik mobil Kijang itu bernama Sony. Pemilik mobil dan istrinya telah dimintai keterangan polisi.

"Saya baru mau membawa sketsa ini ke Rapat Koordinasi Polkam, setelah itu baru akan disebarluaskan,'' kata Erwin.

Erwin belum dapat memastikan apakah pengebom hotel itu bagian dari kelompok pengebom di Bali. Namun demikian, berdasarkan bukti awal, modusnya seperti pengeboman di Bali.

Pada kesempatan yang sama Kapolda Metro Jaya, Makbul Padmanagara, menyatakan, korban yang tewas hingga Rabu (6/8) pagi sebanyak sembilan orang. Ia meluruskan pemberitaan di sejumlah media massa yang menyebutkan korban tewas sebanyak 14 orang. "Data di kepolisian menunjukkan jumlah korban hanya sembilan orang, satu di antaranya belum bisa diidentifikasi,'' kata Makbul.

Di tempat terpisah, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Basir Barmawi menyatakan, polisi telah menemukan plat nomor mobil Toyota Kijang yang diduga dipakai untuk mengebom. Mobil itu bernomor polisi B 8752 SH.

Barmawi memberikan keterangan itu di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/8) didampingi kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Prasetyo dan Kepala Divisi Humas Penerangan Umum Mabels Polri Kombes Pol Zaini Lubis.

Menurut Basir, temuan pelat nomor itu diharapkan akan mempercepat pengungkapan kasus tersebut. "Kami belum bisa menjelaskan lebih rinci peledakan itu sebab pelaku masih dalam penyelidikan. Otomatis motifnya masih perlu diketahui secara mendalam dengan mengutamakan bukti sesuai prosedur," kata Basir.

Kesembilan korban tewas di antaranya Syamsudin (50), satpam Hotel JW Marriott. Jenazahnya sudah diambil oleh pihak keluarganya dari RSCM. Kemudian Slamet Heriyanto, satpam Hotel JW Marriott, Miftah Tobiin sopir taksi warga Jalan Kalibata Timur Rt08/16 Jaksel, jenazahnya sudah diambil oleh keluarga dari RSCM, Harno warga Kemang Selatan II RT 08/02 Bangka, Mampang Prapatan Jaksel, jenazah sudah diambil keluarga, ia adalah sopir taksi.

Korban berikutnya Hans Wilken Molen warga Belanda, jenazah masih di ruang RSCM. Rudi Dwi Laksono warga Mekarsari Barat RT 03/02 Tambun Bekasi, Zakaria tanpa alamat, Hidayat sopir taksi warga Bojong Gede Sawangan Depok, dan Johanes Bolang warga Bogor.

Data identitas korban meninggal itu diperoleh petugas dari sejumlah tempat, terutama di RSCM. Sedangkan korban luka sebagaimana data yang diperoleh Polda Metro Jaya hingga Rabu (6/8) pagi 70 orang.

Basir mengakui terbuka kemungkinan korban akan bertambah karena masih ada korban yang belum terdaftar resmi di rumah sakit. Pimpinan Polri mengimbau masyarakat yang terluka akibat ledakan bom di JW Marriott agar segera melapor kepada polisi terdekat atau langsung ke rumah sakit setempat.

Polisi juga telah membuka pelayanan pemberitaan tragedi pengeboman itu di gedung Pusat Pengendalian Operasi Polda Metro Jaya. Menurut Kombes Prasetyo fasilitas media center disiapkan selama penyelidikan atau penanganan kasus bom Marriott.

Basir menambahkan Polisi belum merencanakan membentuk tim khusus kasus bom Marriott sebagaimana tim penyelidikan kasus bom di BEJ beberapa waktu silam. Tim yang ada sekarang adalah gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

Sepuluh Saksi

Dalam menangani kasus pengeboman itu, polisi telah memeriksa sepuluh saksi yang melihat langsung kejadian tersebut, demikian Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Andi Chaerudin, seusai mengikuti rapat di rumah dinas Kapolri, Jenderal Da'i Bachtiar, di Jl Patimura, Jaksel, Selasa (5/8) malam. Sepuluh saksi itu terdiri dari seorang tamu hotel, satpam Plaza Mutiara, dan petugas hotel. (0-1/Y-5/ G-5/Y-2/Pembaruan/Alex Suban/IM)

 

     

 


FastCounter by bCentral