Banner 120X90

Dr. Frans Tshai ditengah Peringatan Tragedi Mei '98

Norman Hsu Kalah

Ramah Tamah di KJRI-LA

Dilaporkan oleh: Dr.Irawan.

Los Angeles, June 13, 2003/Indonesia Media

Acara minum kopi di sore hari ini sengaja di lakukan oleh Konsulat Jenderal - Republik Indonesia di Los Angeles dalam rangka pengenalan Indonesia beserta hasil produksinya kepada masyarakat bisnis di Amerika, demikian pula masyarakat bisnis Indonesia kepada pebisnis Amerika dalam dua arah. Kon Jen Handriyo Kusumo Priyo dalam pidatonya menyampaikan bahwa KJRI bersama ITPC akan senantiasa berusaha mengembangkan perdagangan maupun investasi antara Indonesia dan Amerika dalam posisi yang saling menguntungkan.

Pada acara yang dihadiri banyak tamu asing ini Kon Jen Handriyo juga tak lupa memperkenalkan diri lebih dekat kepada para pengusaha di California Selatan seraya menjelaskan bahwa ditengah economic recovery Indonesia sedang berhadapan dengan masalah dalam negeri (Aceh). Untuk itu Presiden R.I. telah mengambil keputusan untuk memberlakukan darurat militer di Nangroe Aceh Darussalam demi mempertahankan kedaulatannya.

Menurut Kon Jen Handriyo Indonesia dalam masa economic recoveri-nya masih mempunyai peluang yang menarik untuk investor Internasional dan Financial Market. Indonesia tengah mengadakan pembenahan ekonomi secara besar-besaran yang meliputi 5 elemen penting yaitu; Restruksturisasi institusi keuangan, penanggulangan masalah yang berkaitan dengan hutang swasta, peningkatan effisiensi dan kompetitif, mengurangi perizinan dan penghapusan monopoly, melakukan keterbukaan (transparan) di semua sector agar membangkitkan kepercayaan pada tingkat domestic dan internasional, dan terakhir menangani segala keperluan bagi restrukturisasi di sector riil.

Indonesia akan memprioritaskan pada sektor perdagangan dan investasi, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi investor asing, dan meningkatkan pemasaran barang produk Indonesia. Dalam jangka pendek memberdayakan kembali industri yang sudah ada agar dapat mencapai tingkatan sebelum krisis. Perhatian khusus pemerintah Indonesia akan ditekankan kepada usaha kecil dan menengah. Untuk jangka menengah mempromosikan industri tertentu dan sektor penunjangnya, dengan pemanfaatan keanggotaan Indonesia di forum ASEAN, APEC, WTO dan lainnya. Sedangkan jangka panjang Indonesia mencanangkan pembangunan fondasi untuk menjadi negara perdagangan yang besar dengan mengandalkan keunggulan dalam negeri yang kompetitif.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat yang telah berjalan sekian lamanya, diwarnai pasang surut. Ekspor Indonesia ke AS tercatat 9.64 milyard dollar, sedangkan AS ke Indonesia hanya 2,580 milyard dollar pada tahun 2002. Namun industri dibidang kimia, pertambangan, dan listrik masih sangat penting bagi Amerika Serikat.

Acara disudahi dengan menyicipi makanan authentic Indonesia. (DI/IM)

 

     

 


FastCounter by bCentral