Ramah Tamah di KJRI-LA
Dilaporkan oleh: Dr.Irawan.
Los Angeles, June 13, 2003/Indonesia Media
Acara minum kopi di sore hari ini sengaja di lakukan oleh
Konsulat Jenderal - Republik Indonesia di Los Angeles dalam
rangka pengenalan Indonesia beserta hasil produksinya kepada
masyarakat bisnis di Amerika, demikian pula masyarakat bisnis
Indonesia kepada pebisnis Amerika dalam dua arah. Kon Jen
Handriyo Kusumo Priyo dalam pidatonya menyampaikan bahwa KJRI
bersama ITPC akan senantiasa berusaha mengembangkan
perdagangan maupun investasi antara Indonesia dan Amerika
dalam posisi yang saling menguntungkan.
Pada
acara yang dihadiri banyak tamu asing ini Kon Jen Handriyo
juga tak lupa memperkenalkan diri lebih dekat kepada para
pengusaha di California Selatan seraya menjelaskan bahwa
ditengah economic recovery Indonesia sedang berhadapan dengan
masalah dalam negeri (Aceh). Untuk itu Presiden R.I. telah
mengambil keputusan untuk memberlakukan darurat militer di
Nangroe Aceh Darussalam demi mempertahankan kedaulatannya.
Menurut Kon Jen Handriyo Indonesia dalam masa economic
recoveri-nya masih mempunyai peluang yang menarik untuk
investor Internasional dan Financial Market. Indonesia tengah
mengadakan pembenahan ekonomi secara besar-besaran yang
meliputi 5 elemen penting yaitu; Restruksturisasi institusi
keuangan, penanggulangan masalah yang berkaitan dengan hutang
swasta, peningkatan effisiensi dan kompetitif, mengurangi
perizinan dan penghapusan monopoly, melakukan keterbukaan
(transparan) di semua sector agar membangkitkan kepercayaan
pada tingkat domestic dan internasional, dan terakhir
menangani segala keperluan bagi restrukturisasi di sector
riil.

Indonesia akan memprioritaskan pada sektor perdagangan dan
investasi, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi investor
asing, dan meningkatkan pemasaran barang produk Indonesia.
Dalam jangka pendek memberdayakan kembali industri yang sudah
ada agar dapat mencapai tingkatan sebelum krisis. Perhatian
khusus pemerintah Indonesia akan ditekankan kepada usaha kecil
dan menengah. Untuk jangka menengah mempromosikan industri
tertentu dan sektor penunjangnya, dengan pemanfaatan
keanggotaan Indonesia di forum ASEAN, APEC, WTO dan lainnya.
Sedangkan jangka panjang Indonesia mencanangkan pembangunan
fondasi untuk menjadi negara perdagangan yang besar dengan
mengandalkan keunggulan dalam negeri yang kompetitif.
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat
yang telah berjalan sekian lamanya, diwarnai pasang surut.
Ekspor Indonesia ke AS tercatat 9.64 milyard dollar, sedangkan
AS ke Indonesia hanya 2,580 milyard dollar pada tahun 2002.
Namun industri dibidang kimia, pertambangan, dan listrik masih
sangat penting bagi Amerika Serikat.
Acara disudahi dengan menyicipi makanan authentic
Indonesia. (DI/IM) |