Festival Peh Cun
Setiap tanggal 5 bulan 5
kalender Imlek (Tahun 2003 ini jatuh pada tanggal 4 Juni)
orang-orang TiongHoa mengenal tradisi yang disebut perayaan Peh
Cun atau Duan Wu. Selain Peh Cun ini ada 2 festival lain yang
selalu dirayakan, yaitu festival musim semi dan festival kue
bulan. Apa artinya Duan Wu itu? Duan berarti awal bulan, dan Wu
adalah salah satu batang hari. Maka Duan Wu berarti setiap awal
bulan tanggal 5. Wu dapat juga berarti lima. Maka untuk
selanjutnya setiap tanggal 5 bulan 5 disebut Duan Wu.
Kebetulan tanggal 5 bulan 5
bersamaan dengan berakhirnya musim semi dan masuk kemusim panas.
Pada saat ini udara cukup hangat dan bungan-bunga bermekaran.
Tradisi pada festival ini, biasanya kita makan bacang, lomba
perahu naga, dan minum arak.
Awal mula
Peh Cun:
Tradisi ini untuk mengenang
seorang pejabat yang sangat mencintai negaranya (Negara Chu).
Pejabat tersebut bernama Qi Yuan (343-278 sebelum masehi). Pada
waktu itu yang berkuasa adalah Raja Chu Huai Wang. Qi Yuan
dipercayakan tugas dalam dan luar negri. Ia seorang pejabat yang
jujur dan kritis terhadap ketidak jujuran. Tentu saja banyak
pejabat lain yang iri dan tidak suka kepadanya. Lebih-lebih
pejabat yang suka korupsi.

Ada seorang pejabat dari
negara Thai, yang bernama Zhang Yi. Ia menyuap pejabat-pejabat
tinggi lain dan selir raja yang bernama Zheng Xiu untuk
memfitnah Qi Yuan. Maka akhirnya Raja Chu Huai menjauhi Qi Yuan.
Akhirnya Raja Chu Huai disandera oleh bawahannya sendiri dan
meninggal dipengasingan. Penggantinya yaitu putra sulung raja,
yang bernama Chu Qing Xiang, juga masuk perangkap
pejabat-pejabat licik, bahkan ia mengusir Qi Yuan.
Pada akhirnya negara Chu
dijajah oleh negara Thai. Kejadian ini menyebabkan Qi Yuan
merasa sedih dan ia bunuh diri pada tanggal 5 bulan 5 tahun 278
sebelum masehi, dengan menceburkan diri kesungai Mi Luo.
Mendengar berita naas ini,
para nelayan berusaha melakukan pencarian, tapi tak berhasil
menemukan jenasah Qi Yuan. Oleh karena itu mereka membuang
bacang, dan telur ke dalam sungai itu dengan harapan supaya ikan
dan kepiting akan memakan makanan yang dibuang dan tidak
mengusik jenasah Qi Yuan.
Ada seorang dokter tua
menuang arak ke sungai tersebut, dengan maksud membuat “Naga
banjir” pingsan, sehingga tidak melukai badan Qi Yuang. Sejak
itu setiap hari Peh Cun, masyarakatpun melakukan lomba perahu
naga dan makan bacang untuk memperingati Qi Yuan.
Di Los Angeles anda dapat
saksikan lomba perahu naga ini, setiap bulan Juni di Long Beach.

Sayang belum ada peserta
dari muda mudi Indonesia yang mengikutinya. Jika anda berminat,
boleh mendaftar di ICAA kepada seksi bagian olah raga yaitu Sdr.
Michael (909) 952-1098. Jadi kita bisa latihan, sehingga tahun
depan dapat ikut berpartisipasi. Tidak perlu harus jadi
pemenang, just to have fun. (Sri
R/IM) |