Pemberian Penghargaan Tinggi kepada Alm. Siauw Giok Tjhan
melalui puteranya Siauw Tiong Djin
Dalam kesempatan itu sekelompok Dokter gigi lulusan Trisakti yang
berdomisili di Amerika serikat dan negeri Belanda memberikan tanda
penghargaan tinggi kepada Alm Siauw Giok Tjhan, Walaupun
kelihatannya agak terlambat, namun tidak mengurangi itikad dari
mereka untuk mengungkap terimakasih atas jasa dari Siauw Giok Tjhan
yang mendirikan Universitas Baperki yang kemudian dirubah namanya
menjadi Universitas Res Publica, URECA saat setelah G30S pernah
dibakar habis dengan alasan Baperki berafiliasi ke Komunis, walaupun
ketua umumnya, Siauw Giok Tjhan tidak pernah masuk Partai Komunis
Indonesia. Memang diakui kedekatan Baperki dengan pemerintahan
Soekarno saat itu, dan kebetulan dominasi PKI mencapai puncaknya
dimasa itu.
Terlepas dari paham politik manapun, kelompok dokter gigi lulusan
FKG Trisakti yang sebagian besar masuk kuliahnya pada zaman Baperki
itu, merasakan sekali perjuangan sejati dari Siauw Giok Tjhan.
Mereka banyak yang berpendapat bahwa tanpa Baperki yang dipimpin
oleh Siauw Giok Tjhan, mereka mungkin tak berkesempatan untuk
menjadi sarjana karena kurangnya perguruan tinggi saat itu, belum
lagi sulitnya menembus peraturan yang diskriminatif yang dikenakan
pada golongan minoritas, (bahkan sampai sekarang..red). Maka tidak
heran kalau putera Siauw Giok Tjhan, Siauw Tiong Djin mengatakan
bahwa Universitas Baperki mungkin adalah satu-satunya universitas
didunia yang dibangun berdasarkan komitmen dari mahasiswa, dan staf
pengajarnya.
Seorang dokter gigi yang tak mau disebutkan namanya menceritakan
betapa sedih dan gundahnya perasaan para mahasiswa FKG yang
menyaksikan sekolah mereka di bumi hanguskan pada November 1965 oleh
kelompok massa yang dibacking tentara. Sebagian mahasiswa berangkat
ke mancanegara untuk meneruskan pendidikannya, sebagian lagi hanya
menunggu pasrah merenung masa depannya yang kosong, dan sisanya
bubar mencari kegiatan untuk pegangan hidup.
Atas kerjasama beberapa orang yang peduli akan nasib para eks
mahasiswa URECA, maka pada April 1966 penguasa saat itu, mengijinkan
sekolah itu dibangun kembali diatas puing puing URECA. Namanya harus
diganti dan akhirnya diputuskan nama Trisakti dipakai, sebagai ketua
yayasan ditunjuk Ferrisonevile yang pernah berkiprah dalam kejuaraan
piala Thomas itu. (DI/IM)