Kembali ke Halaman Muka (Back to Main Page)
 

Berita Lain:

Lagu Plesetan Garuda Pancasila

Atrium Senen di Bom

Kebijakan Moneter BI Longgar

70ribu ilegal Indo di AS

Agus Wirahadi-kusumah tutup usia

Pemerintah Tidak Empati pada Minoritas

Tionghoa ja-ngan diidentik-kan dengan kafir

Museum Laksamana Zheng He


Soal Plesetan 'Garuda Pancasila' Harry Roesli Minta Tolong Hendardi

detikcom - Bandung, Musikus "bengal" Harry Roesli mengaku sudah menelepon Hendardi SH dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) sebagai kuasa hukumnya, jika kasus "plesetan" lagu Garuda Pancasila yang dinyanyikannya terus berlanjut. Hendardi sendiri belum mengiyakan permintaan Harry karena masih akan mempelajari kasus ini.

Demikian dituturkan Kang Harry, panggilan akrab musikus ini kepada wartawan di kediamannya Jl. Supratman Bandung, Rabu (22/8/2001).

Harry pun menuturkan bahwa hari ini ada yang menelepon ke kediamannya dan mengaku dari Polda Metro Jaya untuk menanyakan dirinya. "Tapi siapa pun bisa saja meneelpon dan mengaku dari Polda," kata cucu pujangga Marah Roesli ini.

Ihwal permintaannya kepada Hendardi, menurut Harry karena dirinya tidak akan bisa berjalan sendiri menyelesaikan persoalan hukumnya, seandainya kasus ini memang berlanjut. Harry sendiri sebelumnya sudah menyatakan penyesalan dan mengaku khilaf serta meminta maaf kepada keluarga Sudharnoto pencipta lagu itu, dengan alasan secara etik kesenimanan dirinya memang salah.

"Ya, mungkin setelah kasus ini saya akan memasungkan diri sejenak untuk menenangkan diri. Mudah-mudahan sih tidak terlalu lama," kata dia lagi.

Akibat kasus itu, di kalangan masyarakat memang terjadi kubu pro dan kontra kepada dirinya. "Saya menjadi tidak enak, karena yang kontra kepada saya itu kan menjadi terganggu gara-gara kasus ini. Padahal saya tidak bermaksud mengganggu siapa pun. Tapi karena ada yang merasa terganggu, maka saya wajib minta maaf kepada mereka," katanya lagi.

Yang jelas, Harry juga merasa agak kecewa dengan perubahan yang terjadi saat ini. "Sepertinya kita memang agak mundur ke belakang karena ada sikap represif menghadapi disuarakannya aspirasi rakyat. Kita jadinya seperti terpasung kembali," paparnya.

Penilaian ini didasarkan pada kenyataan, plesetan yang dinyanyikannya itu sebetulnya sudah lama dan berulangkali dilakukan. "Saya juga sudah tulis itu di Kompas. Tapi dulu tidak ada apa-apa. Kok sekarang jadi begini," katanya.

Dirinya dalam menyanyikan lagu kreasi anak-anak jalanan itu pun sebetulnya tanpa pretensi apa pun kecuali menyuarakan aspirasi kaum pinggiran itu. "Kalau kemudian saya dinilai melecehkan, itu soal interpretasi saja. Yang jelas, saat lagu itu saya nyanyikan memang menjadi momentum yang tepat untuk menyampaikan aspirasi kaum pinggiran ini," tandasnya lagi.

Soal kehadirannya sendiri di Ciganjur bersama Gus Dur, menurut Harry karena dirinya diundang oleh Yenny. "Dulu saya pernah juga diundang. Tapi karena Gus Dur masih menjadi presiden malahan saya tidak datang. Setelah tidak menjadi presiden lagi, saya mau datang," paparnya. (dc/IM)

Lagu Plesetan Itu

Berikut lagu ‘Garuda Pancasila’ yang diplesetkan Harry yang dinyanyikan tanggal 17 Agustus 2001 lalu di Ciganjur, di hadapan mantan Presiden Gus Dur dan beberapa aktivis serta LSM:

Garuda Pancasila / aku lelah mendukungmu / sejak proklamasi / selalu berkorban untukmu / Pancasila dasarnya apa / rakyat adil makmurnya kapan / pribadi bangsaku / tidak maju-maju, tidak maju-maju, tidak maju-maju.

Untuk diketahui, bukan hanya lagu ‘Garuda Pancasila’ saja yang diplesetkan Harry. Ada juga lagu ‘Pemilihan Umum’ yang bunyinya menjadi: Pemilihan Umum uang pun tersedia / s’luruh rakyat hari Minggu pesta / arak-arakan dapat ceban / hikmah partai mencari massa / pilihlah parpol yang memang banyak dananya / tapi nyoblos, mah, gimana kita / di bawah posko dan warna-warni bendera / hari pencoblosan kita tidur saja. (dc/IM)

Polda Metro Jaya sedang mempersiapkan pengusutan kasus plesetan Harry ini.  Sampai sekarang yang dilakukan Polda Metro Jaya melakukan koordinasi dengan kejaksaan, staf ahli di Depdiknas, ahli sejarah, ahli bahasa, dan ahli hukum untuk mengusut hal ini. Selain itu, menurut dia, organisasi Hak Cipta juga telah mendukung langkah Polda untuk mengusut kasus cucu pujangga Marah Roesli ini.

Sebagaimana diketahui, Harry dipermasalahkan masyarakat, karena nyanyiannya dalam peringatan 17 Agustus di kediaman Gus Dur di Ciganjur memplesetkan lagu Garuda Pancasila. Atas hal ini, Harry telah meminta maaf kepada keluarga pencipta lagu Garuda Pancasila tersebut. (dc/IM)

 

 

     

 


FastCounter by bCentral