Kembali ke Halaman Muka (Back to Main Page)

 

Berita Lain:

Lagu Plesetan Garuda Pancasila

Atrium Senen di Bom

Kebijakan Moneter BI Longgar

70ribu ilegal Indo di AS

Agus Wirahadi-kusumah tutup usia

Pemerintah Tidak Empati pada Minoritas

Tionghoa ja-ngan diidentik-kan dengan kafir

Museum Laksamana Zheng He


Bom Meledak di Atrium Senen

JAKARTA- Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat, kembali diguncang tiga ledakan bom. Tidak ada korban dalam peristiwa yang terjadi kemarin itu. Jenis bom masih dalam penyelidikan Tim Gegana Polri. Ada dugaan jenis bom rakitan dengan daya ledak relatif besar. Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian mengemukakan, ledakan bom yang terjadi pukul 10.30 berasal dari lantai dua Pusat Perbelanjaan Atrium Senen. Saksi mata yang dimintai keterangan enam orang, dua di antaranya petugas satpam setempat dan empat orang lagi para pemilik mobil tempat asal bom itu meledak.

Akibat ledakan yang relatif dahsyat itu terjadi kabakaran, terutama yang menimpa mobil Ford Laser B 1624 NS. Bahkan, petugas mengerahkan tujuh unit mobil dinas kebakaran untuk memadamkan api yang menjalar ke berbagai tempat. Akibatnya, puluhan mobil dievakuasi para pemiliknya serta ratusan pengunjung berlarian meninggalkan gedung berlantai lima itu. Menurut Kaditserse Polda Metro Jaya Kombes Pol Adang Rochjana, ledakan itu diduga dari sejenis bom rakitan yang salah satunya menggunakan bahan belerang. Sebab, bau belerang tercium setelah ledakan terjadi. Namun, dia belum dapat memastikan apakah ledakan tersebut merupakan jenis high explosive atau low explosive. ''Tunggu Puslabfor yang masih melakukan olah TKP (pemeriksaan-Red).''

Mengenai keenam saksi yang diperiksa itu, di antaranya Kepala Satpam Atrium Senen Andi Rahman dan seorang pemilik mobil Starlet putih yang diparkir di belakang Ford Laser N 1624 NS.

Sempat Melihat

Secara terpisah anggota Babinsa Kodim 0501 Bambang mengemukakan, Kepala Satpam Andi Rahman telah mengetahui adanya jam yang dihubungkan dengan aki di dalam Ford Laser dan melaporkan temuannya ke Polsek Senen. Selanjutnya Kanit Resintel Iptu Indra dan Kanit Bimas Iptu Samino datang ke lokasi dan melihat jam di mobil itu. Namun saat ingin melaporkan temuannya ke Gegana dan dia sedang berada di tangga menuju basement, bom itu keburu meledak. Samino dan Indra terlempar dan bahkan jam tangan milik salah satu dari mereka terpental. Namun, keduanya selamat tanpa cedera.

Menurut saksi pemilik Kijang biru B 1643 LW yang diparkir di sebelah Ford Laser, Tri Setiawan, dia bersama keluarga akan berbelanja di lantai lima Atrium. Untuk itu dia memarkir mobilnya persis di sebelah Ford Laser merah B 1624 NS. Ketika memarkir kendaraan dia melihat seseorang di dalam Ford Laser lewat kacanya yang setengah terbuka. Salah seorang anaknya memberitahukan, ada orang yang mencurigakan di dalam Ford Laser. Selanjutnya dia ke lantai lima. Tak lama kemudian dia mendengar panggilan dari petugas Atrium terhadap pemilik tiga mobil di parkir lantai satu, di antaranya adalah dia. Ketika dia hendak menuju parkir bersama anaknya dan saat berada di lantai tiga, dia mendengar ledakan keras yang ternyata berasal dari Ford Laser yang diparkir di sebelah mobilnya. Tri menyatakan, dia mendengar ledakan kedua yang lebih keras. Namun, dia tidak berhasil menuju mobilnya di areal parkir lantai satu. Sebab, saat itu dia dicegah oleh petugas yang mengamankan pengunjung dari kemungkinan ledakan berikut.

Dugaan keras bom yang meledak jenis high explosive semakin kuat. Tetapi, Kaditserse Adang Rochjana ketika ditanyai wartawan apakah ada kaitannya dengan ledakan bom sebelumnya di Atrium Senen, dia belum bisa memastikan. (SM/IM)

 

     

 


FastCounter by bCentral