Kembali ke Halaman Muka (Back to Main Page)

Banner 120X90

Other News:

Temu Wicara

Lotus Festival

Paradise to Visit

Prodia

Temu wicara dengan Letjen purn. HBL Mantiri, Aster Kaster TNI Mayjen Djoko Mulono, dan DR. Jimmy Oentoro

Oleh: Jonathan Goeij

July 20, 2001 Duarte Inn

Kali ini seminar di gelar oleh IFGF Harvest Center dibawah pimpinan Rev. Danny Hanafi, dan PERMIAS-LA

Acara dibuka dengan makan malam bersama, dan doa pembukaan yang dipimpin oleh Pdt.Pieter Manuhutu, untuk selanjutnya acara dipandu oleh Pdt. Danny Hanafi.

Kaster Mayjen DjokomulonoTamunya adalah Letjen purn. HBL Mantiri, Aster Kaster TNI Mayjen Djoko Mulono, dan Pendeta DR. Jimmy Oentoro. Kedatangan beliau beliau ini adalah dalam rangka memperkenalkan Yayasan Peduli Indonesia, yakni suatu badan yang berfungsi menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Amerika ke Indonesia..Dari pernyataan DR.Jimmy Oentoro, YPI bekerja sama dengan TNI karena kemudahan kemudahan penggudangan dan mobilisasi, serta administrasi terutama dalam hal pajak masuk yang dibebaskan. Pak Mantiri menghimbau agar para donatur bekerja sama dengan YPI supaya bisa diterapkan "One Door Policy" .

DR. Jimmy Oentoro dengan presentasi video-nya menjelaskan tentang kegiatan YPI dalam membantu Indonesia. Dedikasi yang dilakukan adalah membangun 500 komunitas melalui pencanangan program Bapak Angkat untuk setiap komunitas tsb.DR. Jimmy Oentoro

Untuk tahun 2001 - 2002 ini YPI mempunyai target:

·        40 komunitas dari komunitas yg diadopsi pada tahun lalu akan ditransformasi secara bertahap melalui: 1. Program Memberi Makan, 2. Program bantuan kesehatan, 3. Program Mandiri Pangan, 4. Program Bantuan Pendidikan, 5. Program Pengembangan Usaha

·        Mengadopsi 200 dari target 500 komunitas

·        Penerimaan & pendistribusian barang bantuan bencana sejumlah 50 kontainer.

 

Letjen Purn. HBL MantiriKonjen RI-LA Aang Yamani turut hadir dalam kesempatan ini memberi kata sambutannya, yang sekali lagi menyatakan bahwa masyarakat Indonesia di Amerika ini juga sebagai pahlawan karena jasa jasanya menyumbangkan penghasilannya kepada saudara saudara kita di Tanah Air. Beliau juga menyatakan akan membantu urusan administratif terhadap barang barang sumbangan yang dikirim dari Amerika ke Indonesia, berkenaan dengan prosedur pembebasan pajak Disamping itu Konjen juga memperkenalkan wacana Dwi Kewarganegaraan. Konjen RI LA - Bpk. Aang Yamani

Jangan Selipkan Uang di-Paspor.

Konjen menyatakan bahwa layanan paspor telah dipercepat, yang tadinya 5 hari sekarang sudah 3 hari , dan sedang diusahakan menjadi lebih cepat lagi. Beliau juga menghimbau agar warga jangan menyelipkan uang dipaspor dengan maksud urusannya bisa dipercepat. Tolong jangan lakukan itu, jangan bawa budaya lama itu kesini. Taatilah peraturan, kami (KJRI) memperlakukan semua secara sama, tidak ada yang bayar lebih, tak ada juga yang boleh bayar kurang, ujar Pak Aang , yang disusul dengan sorak gempita dari masyarakat.

 Para Pembicara

Setelah masing masing tamu memperkenalkan diri, acara dilanjutkan dengan mimbar tanya jawab. Dibawah ini beberapa cuplikan menarik dari sesi tersebut.

Sumbangan suara.

Pdt. Pieter Manuhutu: Menangapi seloroh dari  Mantiri bahwa sumbangan ketanah air tidak selalu harus berbentuk material, maka Pieter Manuhutu yang bersaudara kandung dengan Ade Manuhutu, menyatakan sebenarnya dia sedang melakukan perekaman lagu lagu Rohani untuk disumbangkan ke Tanah Air. Dia juga bilang bahwa ini bukanlah suatu kebetulan tapi ini memang sudah diatur oleh Nya. 

Jual Pulau

Butce yang mengaku sebagai orang Papua mengajukan usul untuk menjual pulau dalam mengatasi masalah keuangan yang melanda Indonesia, karena jika pulau yang terjual itu dikelola oleh pihak yang bagus managementnya , maka tidak mustahil pulau pulau disekitarnya ikut makmur. Mantiri mengatakan bahwa sejak awal krisis beliau telah mempunyai ide ini, tetapi bukan dijual melainkan disewakan seperti Hongkong seratus atau dua ratus tahun.

Masalah Maluku

Mayjen Djokomulono selaku Kaster menyatakan bahwa konflik di Maluku sebenarnya dimulai dengan konflik etnis yang dibawa menjadi konflik agama. Mengenai isu pembantaian di Rumah sakit yang dilakukan oleh pasukan Yon Gabungan di Ambon itu , nyatanya bukan begitu, itu hanya sebuah rumah tingkat 3 yang  bertuliskan “Unit darurat perorangan" digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata kelompok pengacau , dan dilantai atas adalah tempat siaran radio perjuangan Islam. Maka sudah tentu TNI mengambil tindakan tegas, ujar Mayjen yang mengaku juga beragama Islam itu. 

Pdt. Danny HanafiMasalah Aceh.

TNI sudah lebih profesional lagi sekarang, terbukti dengan banyaknya anggota GAM yang ditangkap akhir akhir ini. Juga Djokomulono mengakui tindakan TNI sekarang lebih selektif , sehingga tidak banyak korban yang tidak perlu. TNI sekarang lebih hati hati dalam tindakan yang berdampak pelanggarn HAM.

Arogansi Militer

Pdt. Pieter ManuhutuUtomo Lukman mengungkapkan pengalaman jeleknya terhadap militer pada tahun 1995 di Jakarta. Dia pernah diancam dengan kata kata yang sangat rasis dari seorang aparat militer, "Heh Cina luh , numpang dinegara orang jangan banyak tingkah luh, ini pelor bakal nancap dikepala elu". Karena trauma yang dialaminya sangat berbekas mendalam dibenaknya, maka dia menanyakan kebenaran itikad TNI yang sekarang yang dikatakan sebagai pengayom masyarakat itu. Mayjen Djokomulono dengan penuh kearifan, mencoba menjelaskan bahwa memang ABRI pada tahun tahun itu banyak yang arogan karena kekuasaan pada system saat itu cenderung membuat arogansi tersebut, namun itu hanyalah oknum, jangan mengeneralisasikan keseluruhan kesatuan TNI. Djokomulono juga mengakui bahwa pada saat itu bukan saja para bawahan sok bertingkah macam itu, namun dia juga mengenal beberapa Pati yang juga bisa bersikap semacam itu. Pada umumnya tentara yang berbuat demikian malah bukan berasal dari pasukan tempur, tapi dari bagian lainnya semacam perlengkapan, dan lain sebagainya. Namun sekali lagi Djokomulono menandaskan bahwa paradigma TNI yang baru senantiasa berpijak kepada profesionalisme, dan menjauhi diri dari pelanggaran HAM. 

Rianto menutup acara dengan doa kusyukKasus Trisakti dan Semanggi

Ketika Djokomulono dan Mantiri ditanya mengenai kasus Trisakti dan Semanggi yang tak kunjung selesai itu. Kedua jenderal TNI itu mengatakan bahwa tidak ditemukannya bukti autentik, dan hasil uji balistik di negara-negara berbeda juga tidak membantu banyak, sehingga POLRI tidak bisa berbuat banyak, sebab kalau mereka salah tangkap bisa di PTUN-kan. (Mudah-mudahan pada saat yang mendatang pertanyaan ini bisa dijawab dengan jelas, dan memuaskan, karena Mantiri berjanji, kalau ada pertanyaan yang tak bisa dijawab akan dia coba jawab nanti. Kapan yach?..red)

Pada pertemuan kali ini berhasil dihimpun dana untuk mengirim bantuan ke Indonesia sebanyak 19 kontainer. Pdt Hanafi menjelaskan bahwa mereka banyak mendapatkan barang barang sumbangan dari perusahaan besar di Amerika, namun memerlukan ongkos angkut ke Indonesia, maka gereja senantiasa berusaha mengadakan fund rising untuk itu.

Siapa lagi yang akan menyusul membantu.

Pertemuan malam itu ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ryanto Sindoro.

JG/IM

 

     

 


FastCounter by bCentral